InfoPleret, 9 September 2026 -- Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Bumi Mataram Pleret berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan masuk dalam 15 Besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.

Capaian ini menjadi tonggak penting bagi Desa Wisata Bumi Mataram Pleret dalam memperkenalkan potensi wisata berbasis masyarakat, sejarah, budaya, alam dan pertanian kepada khalayak yang lebih luas.

Masuknya Bumi Mataram Pleret dalam jajaran 15 besar menjadi bukti bahwa pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat, pengelola wisata, pelaku UMKM, kelompok budaya, kelompok perempuan, petani dan seluruh pemangku kepentingan di Pleret untuk terus berkolaborasi mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan.

Mengangkat Warisan Mataram sebagai Identitas Wisata

Desa Wisata Bumi Mataram Pleret memiliki keunikan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Pleret sebagai salah satu kawasan penting dalam perjalanan Kesultanan Mataram.

Potensi heritage menjadi salah satu kekuatan utama yang dikembangkan melalui berbagai destinasi dan aktivitas wisata, antara lain kawasan Situs Kerto, kawasan Kedaton, Situs Masjid Kauman, Museum Pleret, serta berbagai tinggalan sejarah dan budaya yang tersebar di wilayah Pleret.

Warisan sejarah tersebut tidak hanya diposisikan sebagai objek untuk dikunjungi, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menghubungkan cerita sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Konsep tersebut menjadi bagian dari semangat Bumi Mataram Pleret sebagai destinasi heritage, culture, nature dan agrowisata.

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Keberhasilan masuk 15 besar WIA 2026 tidak terlepas dari semangat membangun pariwisata yang melibatkan masyarakat.

Desa Wisata Bumi Mataram Pleret terus mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pemandu wisata, pelaku UMKM, kelompok perempuan, kelompok tani, pelaku seni dan budaya, pengelola homestay hingga komunitas masyarakat.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan wisata tidak berhenti pada kunjungan wisatawan, tetapi diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

Potensi pertanian juga dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata melalui konsep agrowisata, edukasi pengolahan hasil pertanian, jamu dan berbagai produk pangan lokal.

Budaya dan Tradisi Menjadi Kekuatan

Selain sejarah, budaya menjadi salah satu kekuatan penting Bumi Mataram Pleret.

Berbagai potensi budaya seperti seni tradisional, gamelan, tradisi masyarakat, kuliner lokal, jamu dan pengetahuan lokal terus didorong agar dapat menjadi bagian dari produk wisata.

Pengembangan tersebut membawa pesan bahwa pariwisata tidak harus menghilangkan karakter masyarakat. Sebaliknya, budaya dan tradisi lokal justru dapat menjadi daya tarik utama sekaligus identitas destinasi.

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat tempat, tetapi juga mendapatkan pengalaman, pengetahuan dan interaksi dengan kehidupan masyarakat Pleret.

Menjadi Momentum Penguatan Ekonomi Lokal

Masuknya Desa Wisata Bumi Mataram Pleret ke 15 besar Wonderful Indonesia Award 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Produk-produk lokal, hasil pertanian, olahan pangan, jamu dan berbagai produk UMKM dapat dikembangkan sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat menjadikan desa wisata sebagai ruang bertemunya berbagai potensi:

pertanian produk lokal UMKM budaya wisata pengalaman wisatawan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan desa wisata diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Prestasi yang Membawa Nama Pleret ke Tingkat Nasional

Masuknya Bumi Mataram Pleret dalam 15 besar WIA 2026 menjadi capaian penting bagi Pleret dan Kabupaten Bantul.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa desa wisata yang dibangun dari kekuatan sejarah, budaya, alam, pertanian dan masyarakat mampu mendapatkan perhatian dalam kompetisi pariwisata tingkat nasional.

Bagi masyarakat Pleret, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir.

Justru, masuk 15 besar menjadi awal dari langkah yang lebih besar untuk terus memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan wisatawan, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas produk dan atraksi, serta memperluas jejaring kemitraan.

Gotong Royong Menjadi Kunci

Keberhasilan Desa Wisata Bumi Mataram Pleret merupakan hasil dari proses panjang dan semangat gotong royong berbagai pihak.

Pemerintah kalurahan, pengelola desa wisata, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, kelompok budaya, kelompok tani, pemuda, perempuan, pelaku usaha dan berbagai mitra memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pariwisata Pleret.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tahapan berikutnya dalam Wonderful Indonesia Award 2026.

Pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak yang selama ini mendukung pengembangan Desa Wisata Bumi Mataram Pleret.

Dari Pleret untuk Indonesia

Dengan masuknya Bumi Mataram Pleret ke 15 Besar Wonderful Indonesia Award 2026, nama Pleret semakin mendapat ruang untuk dikenal sebagai salah satu destinasi wisata berbasis sejarah, budaya dan masyarakat.

Dari jejak Mataram, Pleret terus bergerak membangun masa depan.

Sejarah dijaga, budaya dilestarikan, alam dirawat, masyarakat diberdayakan dan pariwisata dikembangkan.

Desa Wisata Bumi Mataram Pleret percaya bahwa kekuatan terbesar sebuah destinasi bukan hanya pada keindahan tempatnya, tetapi pada masyarakat yang menjaga, merawat dan menghidupkan destinasi tersebut.

Bumi Mataram Pleret -- Pewaris Budaya, Pelestari Tradisi.

Selamat untuk Desa Wisata Bumi Mataram Pleret atas capaian 15 Besar Wonderful Indonesia Award 2026.

Dari Pleret, untuk Bantul, untuk Yogyakarta, dan untuk Indonesia.

Sumber: https://www.kompasiana.com/tsalisnursholikhah